84266c1d-b8ba-48d0-8d72-1e1576619eca_upscayl_4x_realesrgan-x4plus

Penggunaan Nexbio Fungisida pada Demplot HPSMI untuk Padi Sawah di Desa Pakuli Utara, Kabupaten Sigi

Desa Pakuli Utara, Kabupaten Sigi – Pengaplikasian Nexbio fungisida telah sukses diterapkan dalam Demplot HPSMI (Himpunan Petani Sejahtera Mandiri Indonesia) untuk padi sawah di Desa Pakuli Utara, Kabupaten Sigi.

Nexbio fungisida, yang dikembangkan dengan teknologi tinggi, telah terbukti efektif dalam mengendalikan penyakit jamur yang sering menyerang tanaman padi. Menurut Bapak Nirwan, Perwakilan Wilayah Demplot HPSMI Desa Pakuli Utara, aplikasi Nexbio fungisida memberikan hasil yang sangat positif. “Kami melihat peningkatan signifikan dalam kesehatan tanaman padi sawah setelah menggunakan Nexbio. Tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit jamur dan produksi padi meningkat secara kualitas maupun kuantitas,” ungkapnya.

Selain manfaat langsung bagi hasil panen, penggunaan Nexbio juga berdampak positif terhadap lingkungan sekitar. Dengan pengurangan penggunaan pestisida kimia berbahaya, Demplot HPSMI berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan petani.

Demplot HPSMI di Desa Pakuli Utara bukan hanya menjadi contoh keberhasilan dalam menerapkan inovasi pertanian, tetapi juga sebagai inspirasi bagi petani lain di Kabupaten Sigi untuk mengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Dengan demikian, Desa Pakuli Utara telah menetapkan standar baru dalam pertanian berkelanjutan di Indonesia, di mana inovasi dan teknologi bertemu untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi sektor pertanian.

WhatsApp Image 2024-07-03 at 20.44.00_8387f057

PT Nexbio Tech Internasional dan PT Padigital Graha Utama Menjalin Kerja sama Strategis untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Indonesia

Jakarta, 3 Juli 2024 – PT Nexbio Tech Internasional melakukan kerjasama dengan PT Padigital Graha Utama, sebuah perusahaan digital yang bergerak dalam bidang teknologi pertanian. Sebagai Perusahaan di bawah STERILYN Group yang bergerak pada bidang distribusi produk pertanian, PT Nexbio Tech Internasional berkomitmen untuk mendukung para petani di seluruh Indonesia dengan produk berkualitas tinggi yang ramah lingkungan didukung dengan teknologi yang mumpuni dalam penyebarannya.

Produk dari PT Nexbio Tech Internasional ini adalah pupuk dan pestisida organik dengan merek NEXBIO. NEXBIO merupakan pupuk yang dibuat dengan teknologi nano, yang membuat partikel NEXBIO menjadi 1/10 juta lebih kecil dibandingkan pupuk organik biasa. Tujuannya adalah agar NEXBIO bisa diserap maksimal melalui mulut daun (stomata) dan pori-pori batang (lentisel). Penerapan teknologi nano pada NEXBIO membuatnya sangat hemat dan praktis untuk digunakan oleh petani, memberikan hasil pertanian yang meningkat sekaligus menurunkan biaya produksi secara drastis, khususnya biaya angkut pupuk yang jauh lebih murah dibandingkan pupuk kimia. Berdasarkan pengalaman para petani yang telah menggunakan NEXBIO, hasil pertanian dapat meningkat antara 20 hingga 50% lebih tinggi.

Dengan memanfaatkan platform yang dimiliki oleh PT Padigital Graha Utama yaitu Padigital.exchange, PT Nexbio Tech Internasional akan meluncurkan produknya di platform tersebut, dan siap membantu petani secara menyeluruh dengan dukungan dari Padigital.exchange. Produk NEXBIO akan tersedia dalam bentuk digital yang dapat dibeli dan dijual kembali di platform Padigital.exchange. Selain itu, pengguna yang memiliki token NEXBIO dapat melakukan redeem token mereka untuk mendapatkan pupuk organik dari NEXBIO.

Platform yang dimiliki PT Padigital Graha Utama adalah platform yang mengintegrasikan teknologi Web3 blockchain untuk komoditas pertanian, yang memungkinkan transaksi yang transparan dan efisien menggunakan teknologi blockchain. Dengan teknologi ini, setiap transaksi dicatat dengan aman dan transparan, memberikan kepercayaan dan keamanan bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem pertanian.

Melalui model Contract Farming yang dimiliki oleh PT Padigital Graha Utama, hal ini memungkinkan padigital melakukan proses due diligence yang ketat pada lahan dan tanaman, untuk mengatur jenis tanaman, benih, serta pupuk yang berkualitas untuk pemberdayaan petani dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Hal ini membuktikan produk NEXBIO menjadi salah satu produk berkualitas yang dipercaya oleh Padigital untuk mendorong pertanian berkelanjutan melalui kesepakatan yang transparan dan adil.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia, melalui penerapan teknologi canggih dan solusi inovatif.


Tentang PT Nexbio Tech Internasional
PT. Nexbio Tech Internasional merupakan perusahaan distribusi produk pupuk pestida organic.

Tentang PT Padigital Graha Utama
Merupakan perusahaan dengan platform Blockchain Web3 untuk komoditas pertanian, memungkinkan transaksi yang transparan dan efisien menggunakan teknologi blockchain.

Hidroponik post

Membangun Sistem Hidroponik Mandiri

Jakarta, 26 Februari 2024 — Dengan minat yang semakin meningkat dalam metode berkebun yang berkelanjutan dan efisiensi ruang, berkebun hidroponik semakin gemar dilakukan para pemula. Meskipun sudah banyak dikenal, namun tidak semua orang paham bagaimana cara menanam hidroponik. Berikut panduan langkah demi langkah yang komprehensif untuk memulai berkebun hidroponik:

1. Pilih sistem hidroponik yang akan digunakan

Beberapa sistem hidroponik yang sering digunakan ialah Deep Water Culture (DWC), Nutrient Film Technique (NFT), dan Wick System. Dari ketiganya Wick System merupakan cara menanam hidroponik sederhana yang cocok untuk pemula.

2. Mempersiapkan alat dan bahan

Wick System membutuhkan beberapa alat dan bahan seperti :

  • Botol air mineral bekas ukuran 600mL.
  • Gunting.
  • Kain bekas atau kain flanel (media yang digunakan untuk mengalirkan nutrisi).
  • Bibit tanaman.
  • Media tanaman rockwool.
  • Nutrisi pupuk AB Mix, Air Paku.

3. Mempersiapkan Wick System

Susun Wick System sesuai dengan petunjuk berikut ini:

  • Botol bekas air mineral 600mL dipotong menjadi dua bagian.
  • Pada bagian didekat leher botol dilubangi dengan menggunakan paku yang telah dipanaskan.
  • Di bagian tutup botol juga dilubangi dengan diameter menyesuaikan sumbu yang akan digunakan pada sistem hidroponik ini.
  • Masukkan sumbu ke lubang tutup botol.
  • Pasang bagian atas botol.
  • Masukkan media tanam hidroponik di bagian atas botol dan isi bagian bawah botol dengan air.
  • Air yang ada pada bagian bawah botol akan terserap oleh sumbu kompor dan membasahi media tanam yang ada di atasnya.

4. Campurkan Larutan Nutrisi

Walaupun Wick System merupakan cara menanam hidroponik dengan botol yang sederhana. Namun larutan nutrisi tetap harus diperhatikan. Larutan yang paling dikenal dalam sistem hidroponik ialah AB Mix. Cara membuat larutan ini adalah campurkan larutan A dan B dengan air bersih. Dosis yang digunakan yaitu setiap 5mL larutan A dan B dicampur dengan air sebanyak 1 Liter. Selain itu, gunakan kit pengujian pH untuk menyesuaikan pH larutan nutrisi ke rentang optimal untuk pertumbuhan tanaman (biasanya antara 5,5 dan 6,5)

5. Tanam Benih / Bibit

Tanam benih atau bibit yang sudah disiapkan ke dalam sistem hidroponik yang sudah disiapkan. Pastikan akar tanaman terpasang dengan baik dalam media tanam dan terkena kontak yang baik dengan larutan nutrisi.

6. Merawat Tanaman

Periksa secara teratur pH dan kadar nutrisi sitem hidroponik untuk menjaga kondisi pertumbuhan tanaman yang optimal. Pantau pertumbuhan tanaman dan sesuaikan kadar nutrisi atau pencahayaan sesuai kebutuhan.

7. Panen Tanaman

Proses panen biasanya tergantung dari jenis tanamannya. Umumnya, tanaman hidroponik berumur pendek sekitar 30 -45 hari. Cara panen yang bisa dilakukan juga sesuai dengan jenis tanamannya. Bisa dengan cara memotong bagian atas tanaman atau mencabut tanaman tersebut.

“Berkebun hidroponik menawarkan cara yang inovatif dan efisien untuk menanam tanaman tanpa tanah, membuatnya ideal untuk penduduk perkotaan, ruang yang sempit, dan para petani yang peduli lingkungan,” kata Nadia, pekerja kantoran yang melakukan penanaman hidroponik.

Begitulah cara menanam hidroponik secara sederhana untuk para pemula. Hidroponik dengan Wick System ini bisa dipraktikan di rumah dan bisa ditempatkan di area yang sempit. Sebab perangkat hidroponik ini dapat ditempelkan di dinding rumah.

Sumber : wonoyoso.kec-kuwarasan.kebumenkab.go.id

Post Pupuk Organik

Peningkatan Produktivitas Pertanian Melalui Penggunaan Pupuk Organik

Jakarta, 15 Februari 2024 — Dalam upaya meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, banyak petani di Indonesia semakin mengadopsi penggunaan pupuk organik. Pupuk organik telah terbukti memberikan manfaat yang signifikan bagi tanaman dan lingkungan, serta berperan penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tulungung, Ida Syamsu Roidah dalam jurnalnya yang berjudul “Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah”, mengatakan bahwa dengan sistem pertanian organik dapat mengurangi semua bentuk pencemaran yang dihasilkan dari berbagai kegiatan pertanian, serta dapat meningkatkan pendapatan petani.

Pupuk organik, yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti kompos, pupuk hijau, atau limbah organik, menyediakan nutrisi yang penting bagi tanaman dan membantu meningkatkan kesuburan tanah. Dibandingkan dengan pupuk kimia sintetis, pupuk organik memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  1. Kesuburan Tanah yang Lebih baik: Pupuk organik dapat meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah, meningkatkan kesuburan tanah dan kapasitas penyimpanan air.
  2. Pengurangan Pencemaran Lingkungan: Pupuk organik tidak mengandung bahan kimia sintetis yang berpotensi mencemari tanah dan air, sehingga membantu menjaga kelestarian lingkungan.
  3. Dukungan terhadap Pertanian Berkelanjutan: Dengan menggunakan bahan-bahan alami dan mendaur ulang limbah organik, penggunaan pupuk organik mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
  4. Membuat lahan semakin subur: Penggunaan pupuk organik terus-menerus akan membuat lahan semakin subur.

Bapak Komang, seorang petani di Nusa Tenggara Barat, telah merasakan manfaat positif dari penggunaan pupuk organik dalam pertanian. ” Saya melakukan pengaplikasian pupuk organik pada tanaman bawang putih di Sembalun dengan hasil tanaman tidak terkena penyakit akar putih,” ujarnya.

Penggunaan pupuk organik diharapkan akan terus meningkat di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut merupakan langkah positif menuju pertanian yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan.

Tanaman hias

Rekomendasi 5 Jenis Tanaman Hias yang Cocok untuk Pemula

Jakarta, 17 Februari 2024 — Tanaman hias tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga membawa manfaat kesehatan dan kebahagiaan bagi penikmatnya. Saat ini semakin banyak masyarakat yang memulai hobi menanam tanaman hias di dalam rumahnya. Namun, bagi pemula, memilih tanaman yang tepat dan merawatnya dengan benar menjadi suatu tantangan tersendiri. Berikut ini rekomendasi 10 jenis tanaman hias yang cocok untuk pemula:

1. Gelombang Cinta

Tanaman Gelombang Cinta atau dalam bahasa ilmiahnya, Anthurium andraeanum adalah salah satu tanaman yang perawatannya tidak terlalu rumit. Gelombang Cinta dapat tumbuh dengan baik apabila diberikan penyiraman yang teratur dan pemupukan ringan. Sifatnya yang tahan terhadap kondisi cahaya yang rendah, menjadikannya cocok untuk ditempatkan di dalam ruangan dengan cahaya yang minim. Gelombang Cinta juga memiliki kemampuan untuk menyaring udara, menghilangkan polutan dan toksin dari udara di dalam rumah.

2. Lidah Mertua

Lidah Mertua atau dalam bahasa ilmiahnya, Sansevieria adalah tanaman dengan ciri khas pola daun memanjang keatas dengan aksen warna menguning pada bagian pinggirnya, tanaman hias ini juga memiliki kemampuan untuk mengurangi radiasi dan juga polusi udara. Selain itu Lidah Mertua juga memiliki banyak varietas berbeda, seperti warna daun yang berwarna-warni atau pola unik. Hal tersebut memberikan variasi dan pilihan yang luas bagi pecinta tanaman hias.

3. Kuping Gajah

Tanaman Kuping Gajah atau Alocasia merupakan tanaman hias daun populer di Indonesia yang wajib melengkapi koleksi tanaman hias di taman. Dinamakan Kuping Gajah karena tanaman hiasini memiliki bentuk daun yang melebar merupai kuping gajah. Kuping Gajah relatif mudah dirawat dengan menyediakan tanah yang lembab dan menyirami secara teratur. Tanaman ini mengeluarkan uap air melalui daunnya, yang dapat membantu meningkatkan kelembaban udara di sekitarnya.

4. Monstera

Monstera atau dikinal dengan nama ilmiah Monstera deliciosa adalah salah satu tanaman hias yang saat ini sangat digemari. Bentuk daun dengan ciri khas berjarak membuat Monstera sangat unik dan kerap menjadi pilihan dekorasi asri untuk hunian-hunian modern masa kini. Monstera dapat berkembang biak dengan mudah melalui stek, sehingga kalian dapat membuat tanaman baru dari tanaman yang sudah ada dengan mudah. Selain itu Monstera tidak memerlukan penyiraman yang sering, sehingga cocok sekali untuk kalian yang sibuk atau sering lupa menyiram tanaman.

5. Pucuk Merah

Tanaman hias Pucuk Merah, atau dalam bahasa ilmiahnya Cordyline fruticosa, memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik sebagai tanaman hias. Tanaman Pucuk Merah memiliki daun yang panjang, sempit, dan berwarna merah atau ungu yang mencolok. Penampilannya yang menarik membuatnya menjadi pilihan yang populer untuk menghias taman atau ruangan. Pucuk Merah dapat bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk perubahan suhu dan kelembaban, menjadikannya tanaman yang cocok untuk ditempatkan di berbagai area dalam rumah. Pucuk Merah merupakan pilihan yang menarik bagi pecinta tanaman hias yang mencari tanaman yang cantik, unik, dan mudah dirawat untuk ditempatkan di dalam ruangan atau taman.

White drone hovering in a bright blue sky. Drone copter flying with digital camera

Pemanfaatan Drone Berbasis IoT Mendorong Revolusi Pertanian Modern

Jakarta, 13 Januari 2024 — Dengan mengedepankan kemajuan teknologi, sektor pertanian terus berkembang dengan berbagai macam inovasi. Salah satu inovasi yang sedang mencuat adalah penggunaan drone berbasis Internet of Things (IoT) dalam praktik pertanian. Drone yang terhubung dengan IoT membuka peluang baru bagi petani untuk memantau, menganalisis, dan mengoptimalkan aktivitas pertaniannya.

Dengan teknologi IoT, drone dapat dilengkapi dengan berbagai sensor yang mampu mengumpulkan data penting secara real-time tentang kondisi tanah, tanaman, cuaca, dan lingkungan sekitarnya. Informasi ini kemudian diproses dan dianalisis secara otomatis menggunakan algoritma kecerdasan buatan, memberikan petani wawasan mendalam tentang kesehatan tanaman, kondisi tanah, serta ancaman hama dan penyakit.

Selain itu, drone juga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemantauan dan pengelolaan lahan, termasuk pemetaan tanah, monitoring tingkat erosi, dan pemantauan ketersedian air. Data yang dikumpulkan oleh drone dapat membantu petani membuat keputusan yang lebih baik terkait penggunaan sumber daya, seperti irigasi yang lebih efisien dan penggunaan pupuk yang lebih tepat sasaran.

Penerapan drone berbasis IoT dalam pertanian juga memiliki potensi untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Dibandingkan dengan metode pemantauan tradisional yang melibatkan survei manual atau penggunaan pesawat terbang, penggunaan drone lebih hemat biaya dan lebih cepat. Selain itu, drone juga dapat mencakup area yang luas dengan lebih baik, memungkinkan petani untuk memantau lahan pertanian mereka secara menyeluruh dengan lebih efisien.

Dengan terus berkembangnya teknologi dan adopsi Iot yang semakin luas dalam sektor pertanian, penggunaan drone di bidang pertanian diperkirakan akan terus meningkat. Ini bukan hanya membawa manfaat bagi petani individu, tetapi juga memberika kontribusi yang segnifikan terhadap peningkatan produktivitas, keberlanjutan, dan ketahanan pangan secara global.