WhatsApp Image 2024-07-10 at 10.51.16_b76f874b

PT Sterilyn Halal International, Menandatangani Perjanjian Kerja Sama Dengan Koperasi Kartika Wijayakarta Komando Resor Militer (KOREM) 051/WKT, TNI Angkatan Darat Untuk Distribusi Produk Nexbio

Jakarta, Rabu 10 Juli 2024 – PT Sterilyn Halal International melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Koperasi Konsumen Primer Koperasi Kartika Wijayakarta Komando Resor Militer (KOREM) 051/Wkt, TNI angkatan darat untuk distribusi produk-produk unggulan. PT Sterilyn Halal International yaitu Nexbio Fertilizer, Nexbio Pesticide, dan Nexbio Soil Treatment. Acara penandatanganan ini menandai langkah penting dalam mendukung program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen PT Sterilyn Halal International dalam mendukung Program Food Security yang dijalankan oleh TNI AD. Melalui kolaborasi ini, diharapkan produk-produk Nexbio yang telah terbukti efektif dan ramah lingkungan dapat semakin luas menjangkau para petani di seluruh Indonesia, sehingga meningkatkan kualitas hasil pertanian dan keberlanjutan sektor pertanian nasional.

Direktur Utama PT Sterilyn Halal International Ibu Devi Erna Rachmawati, SE., MBA., Ph.D menyatakan, “Kami sangat antusias dengan kerja sama ini karena sejalan dengan visi kami untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di Indonesia. Dengan dukungan dari Koperasi Kartika Wijayakarta, kami yakin produk-produk Nexbio dapat memberikan manfaat besar bagi para petani dan mendukung pertanian Indonesia yang lebih maju dan tumbuh subur.”

Pupuk Nexbio menggunakan formulasi teknologi nano yang membuatnya menjadi partikel kecil 1/10 juta lebih kecil dibandingkan pupuk organik biasa. Penerapan ini jauh lebih hemat dan praktis untuk digunakan oleh petani serta memberikan hasil pertanian yang meningkat. Berdasarkan pengalaman para petani yang telah menggunakan NEXBIO, hasil pertanian dapat meningkat antara 20% hingga 50% lebih tinggi.

Terobosan baru ini juga menurunkan biaya produksi para petani karena pupuk Nexbio dengan teknologi nano hadir dalam bentuk sachet yang lebih ringkas daripada bahan kimia lainnya. Untuk satu sachet Nexbio dapat dicampurkan ke 20L air untuk disemprotkan ke 1000m2 area lahan pertanian.

Kerja sama strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan penggunaan produk-produk Nexbio, para petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panen mereka secara segnifikan, sehingga kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional semakin nyata.

WhatsApp Image 2024-07-03 at 20.44.00_8387f057

PT Nexbio Tech Internasional dan PT Padigital Graha Utama Menjalin Kerja sama Strategis untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Indonesia

Jakarta, 3 Juli 2024 – PT Nexbio Tech Internasional melakukan kerjasama dengan PT Padigital Graha Utama, sebuah perusahaan digital yang bergerak dalam bidang teknologi pertanian. Sebagai Perusahaan di bawah STERILYN Group yang bergerak pada bidang distribusi produk pertanian, PT Nexbio Tech Internasional berkomitmen untuk mendukung para petani di seluruh Indonesia dengan produk berkualitas tinggi yang ramah lingkungan didukung dengan teknologi yang mumpuni dalam penyebarannya.

Produk dari PT Nexbio Tech Internasional ini adalah pupuk dan pestisida organik dengan merek NEXBIO. NEXBIO merupakan pupuk yang dibuat dengan teknologi nano, yang membuat partikel NEXBIO menjadi 1/10 juta lebih kecil dibandingkan pupuk organik biasa. Tujuannya adalah agar NEXBIO bisa diserap maksimal melalui mulut daun (stomata) dan pori-pori batang (lentisel). Penerapan teknologi nano pada NEXBIO membuatnya sangat hemat dan praktis untuk digunakan oleh petani, memberikan hasil pertanian yang meningkat sekaligus menurunkan biaya produksi secara drastis, khususnya biaya angkut pupuk yang jauh lebih murah dibandingkan pupuk kimia. Berdasarkan pengalaman para petani yang telah menggunakan NEXBIO, hasil pertanian dapat meningkat antara 20 hingga 50% lebih tinggi.

Dengan memanfaatkan platform yang dimiliki oleh PT Padigital Graha Utama yaitu Padigital.exchange, PT Nexbio Tech Internasional akan meluncurkan produknya di platform tersebut, dan siap membantu petani secara menyeluruh dengan dukungan dari Padigital.exchange. Produk NEXBIO akan tersedia dalam bentuk digital yang dapat dibeli dan dijual kembali di platform Padigital.exchange. Selain itu, pengguna yang memiliki token NEXBIO dapat melakukan redeem token mereka untuk mendapatkan pupuk organik dari NEXBIO.

Platform yang dimiliki PT Padigital Graha Utama adalah platform yang mengintegrasikan teknologi Web3 blockchain untuk komoditas pertanian, yang memungkinkan transaksi yang transparan dan efisien menggunakan teknologi blockchain. Dengan teknologi ini, setiap transaksi dicatat dengan aman dan transparan, memberikan kepercayaan dan keamanan bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem pertanian.

Melalui model Contract Farming yang dimiliki oleh PT Padigital Graha Utama, hal ini memungkinkan padigital melakukan proses due diligence yang ketat pada lahan dan tanaman, untuk mengatur jenis tanaman, benih, serta pupuk yang berkualitas untuk pemberdayaan petani dalam menghasilkan produk yang berkualitas. Hal ini membuktikan produk NEXBIO menjadi salah satu produk berkualitas yang dipercaya oleh Padigital untuk mendorong pertanian berkelanjutan melalui kesepakatan yang transparan dan adil.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia, melalui penerapan teknologi canggih dan solusi inovatif.


Tentang PT Nexbio Tech Internasional
PT. Nexbio Tech Internasional merupakan perusahaan distribusi produk pupuk pestida organic.

Tentang PT Padigital Graha Utama
Merupakan perusahaan dengan platform Blockchain Web3 untuk komoditas pertanian, memungkinkan transaksi yang transparan dan efisien menggunakan teknologi blockchain.

Foto post nexbio.id

Membangun Kesadaran akan Keamanan Pangan dan Kualitas Produk di Era Modern

Keamanan pangan dan kualitas produk menjadi semakin penting bagi masyarakat modern di tengah kemajuan teknologi dan globalisasi. Memahami asal-usul produk dan kualitas makanan yang di konsumsi sangat penting bagi kesehatan. Mari membahas seberapa pentingnya meningkatkan kesadaran akan keamanan pangan dan kualitas produk di era modern, serta tindakan yang dapat diambil.

Kesadaran akan keamanan pangan menjadi penting karena makanan yang tidak aman dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari keracunan hingga penyakit serius seperti infeksi virus dan bakteri. Saat ini, dengan rantai pasokan yang kompleks dan distribusi global, risiko kontaminasi dan keamanan pangan menjadi lebih kompleks. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai konsumen untuk memahami resiko ini dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai.

Selain keamanan pangan, kesadaran akan kualitas produk juga penting. Produk-produk yang berkualitas menjamin pengalaman konsumen yang memuaskan dan berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan umum. Saat ini banyak produk yang diproduksi secara massal dengan menggunakan bahan-bahan dan proses yang tidak selalu terbuka. Penting bagi kita selaku konsumen untuk menjadi lebih sadar akan kualitas produk yang mereka konsumsi.

Berikut langkah-langkah membangun kesadaran akan keamanan pangan dan kualitas produk:

  1. Edukasi Publik: Edukasi terkait keamanan pangan dan kualitas produk dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih makanan dan produk yang aman dan berkualitas.
  2. Transparansi dan Labelisasi: Mendorong transparansi dalam rantai pasokan pangan dan produk dengan labelisasi yang jelas dapat membantu konsumen membuat keputusan yang lebih bijaksana dan informasi tentang produk yang mereka konsumsi.
  3. Regulasi yang Ketat: Pemerintah dan badan pengatur perlu menerapkan regulasi yang ketat untuk memastikan keamanan dan kualitas produk. Hal ini termasuk pengawasan yang ketat terhadap produsen, distribusi, dan penjualan produk.

Membangun kesadaran akan keamanan pangan dan kualitas produk saat ini adalah tanggung jawab bersama sebagai masyarakat. Dengan meningkatkan pendidikan publik dan mendorong transparansi dan regulasi yang ketat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bertanggung jawab untuk generasi masa depan

Pestisida Hidroponik

Penerapan Pestisida dalam Pertanian Hidroponik: Solusi Terkini untuk Mengatasi Serangan Hama

Jakarta, 26 Februari 2024 — Pertanian hidroponik telah menjadi pilihan yang semakin populer bagi para petani modern yang mencari cara efisien dan berkelanjutan untuk menghasilkan tanaman berkualitas tinggi. Namun, seperti halnya pertanian konvensional, tanaman hidroponik juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit yang dapat menggangu produksi. Untuk mengatasi tantangan ini, penggunaan pestisida dalam pertanian hidroponik menjadi solusi yang semakin diperlukan.

Penggunaan pestisida dalam pertanian hidroponik memungkinkan petani untuk melindungi tanaman mereka dari serangan hama dan penyakit tanpa mengorbankan kebersihan atau keamanan lingkungan. Dengan penggunaan yang tepat, pestisida dapat membantu menjaga kesehatan tanaman dan memastikan produksi yang optimal.

“Penggunaan pestisida dalam pertanian hidroponik memberikan solusi yang efektif untuk mengatasi serangan hama dan penyakit,” kata Nadia, petani hidroponik, “Dengan formulasi yang tepat dan aplikasi yang hati-hati, petani dapat memastikan bahwa tanaman mereka tetap sehat dan produktif, sehingga meningkatkan hasil panen dan kualitas produk.”

Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan pestisida dalam pertanian hidroponik harus dilakukan dengan cermat dan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk memastikan penggunaan pestisida yang aman dan efektif dalam pertanian hidroponik meliputi:

  1. Memilih Pestisida yang Tepat: Sesuaikan pestisida dengan jenis hama atau penyakit yang ingin dikendalikan, dan pastikan kecocokan dari jenis tanaman dan sistem hidroponik yang digunakan.
  2. Penerapan yang Baik: Penerapan pestisida sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label, dan pastikan untuk mengikuti waktu aplikasi dan dosisi yang direkomendasikan.
  3. Memantau Kondisi Tanaman: Pantau kondisi tanaman secara teratur untuk mendeteksi adanya tanda-tanda serangan hama atau penyakit. Evaluasi efektivitas penggunaan pestisida dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.
  4. Kebersihan dan Keamanan: Pastikan untuk membersihkan sistem hidroponik secara berkala untuk menghindari penumpukan residu pestisida yang berlebihan. Sealu gunakan alat pelindung diri saat menangani pestisida.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, petani hidroponik dapat memanfaatkan manfaat penggunaan pestisida untuk melindungi tanaman mereka tanpa mengorbankan kebersihan atau keamanan lingkungan.

Hidroponik post

Membangun Sistem Hidroponik Mandiri

Jakarta, 26 Februari 2024 — Dengan minat yang semakin meningkat dalam metode berkebun yang berkelanjutan dan efisiensi ruang, berkebun hidroponik semakin gemar dilakukan para pemula. Meskipun sudah banyak dikenal, namun tidak semua orang paham bagaimana cara menanam hidroponik. Berikut panduan langkah demi langkah yang komprehensif untuk memulai berkebun hidroponik:

1. Pilih sistem hidroponik yang akan digunakan

Beberapa sistem hidroponik yang sering digunakan ialah Deep Water Culture (DWC), Nutrient Film Technique (NFT), dan Wick System. Dari ketiganya Wick System merupakan cara menanam hidroponik sederhana yang cocok untuk pemula.

2. Mempersiapkan alat dan bahan

Wick System membutuhkan beberapa alat dan bahan seperti :

  • Botol air mineral bekas ukuran 600mL.
  • Gunting.
  • Kain bekas atau kain flanel (media yang digunakan untuk mengalirkan nutrisi).
  • Bibit tanaman.
  • Media tanaman rockwool.
  • Nutrisi pupuk AB Mix, Air Paku.

3. Mempersiapkan Wick System

Susun Wick System sesuai dengan petunjuk berikut ini:

  • Botol bekas air mineral 600mL dipotong menjadi dua bagian.
  • Pada bagian didekat leher botol dilubangi dengan menggunakan paku yang telah dipanaskan.
  • Di bagian tutup botol juga dilubangi dengan diameter menyesuaikan sumbu yang akan digunakan pada sistem hidroponik ini.
  • Masukkan sumbu ke lubang tutup botol.
  • Pasang bagian atas botol.
  • Masukkan media tanam hidroponik di bagian atas botol dan isi bagian bawah botol dengan air.
  • Air yang ada pada bagian bawah botol akan terserap oleh sumbu kompor dan membasahi media tanam yang ada di atasnya.

4. Campurkan Larutan Nutrisi

Walaupun Wick System merupakan cara menanam hidroponik dengan botol yang sederhana. Namun larutan nutrisi tetap harus diperhatikan. Larutan yang paling dikenal dalam sistem hidroponik ialah AB Mix. Cara membuat larutan ini adalah campurkan larutan A dan B dengan air bersih. Dosis yang digunakan yaitu setiap 5mL larutan A dan B dicampur dengan air sebanyak 1 Liter. Selain itu, gunakan kit pengujian pH untuk menyesuaikan pH larutan nutrisi ke rentang optimal untuk pertumbuhan tanaman (biasanya antara 5,5 dan 6,5)

5. Tanam Benih / Bibit

Tanam benih atau bibit yang sudah disiapkan ke dalam sistem hidroponik yang sudah disiapkan. Pastikan akar tanaman terpasang dengan baik dalam media tanam dan terkena kontak yang baik dengan larutan nutrisi.

6. Merawat Tanaman

Periksa secara teratur pH dan kadar nutrisi sitem hidroponik untuk menjaga kondisi pertumbuhan tanaman yang optimal. Pantau pertumbuhan tanaman dan sesuaikan kadar nutrisi atau pencahayaan sesuai kebutuhan.

7. Panen Tanaman

Proses panen biasanya tergantung dari jenis tanamannya. Umumnya, tanaman hidroponik berumur pendek sekitar 30 -45 hari. Cara panen yang bisa dilakukan juga sesuai dengan jenis tanamannya. Bisa dengan cara memotong bagian atas tanaman atau mencabut tanaman tersebut.

“Berkebun hidroponik menawarkan cara yang inovatif dan efisien untuk menanam tanaman tanpa tanah, membuatnya ideal untuk penduduk perkotaan, ruang yang sempit, dan para petani yang peduli lingkungan,” kata Nadia, pekerja kantoran yang melakukan penanaman hidroponik.

Begitulah cara menanam hidroponik secara sederhana untuk para pemula. Hidroponik dengan Wick System ini bisa dipraktikan di rumah dan bisa ditempatkan di area yang sempit. Sebab perangkat hidroponik ini dapat ditempelkan di dinding rumah.

Sumber : wonoyoso.kec-kuwarasan.kebumenkab.go.id

Post Pupuk Organik

Peningkatan Produktivitas Pertanian Melalui Penggunaan Pupuk Organik

Jakarta, 15 Februari 2024 — Dalam upaya meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, banyak petani di Indonesia semakin mengadopsi penggunaan pupuk organik. Pupuk organik telah terbukti memberikan manfaat yang signifikan bagi tanaman dan lingkungan, serta berperan penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tulungung, Ida Syamsu Roidah dalam jurnalnya yang berjudul “Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah”, mengatakan bahwa dengan sistem pertanian organik dapat mengurangi semua bentuk pencemaran yang dihasilkan dari berbagai kegiatan pertanian, serta dapat meningkatkan pendapatan petani.

Pupuk organik, yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti kompos, pupuk hijau, atau limbah organik, menyediakan nutrisi yang penting bagi tanaman dan membantu meningkatkan kesuburan tanah. Dibandingkan dengan pupuk kimia sintetis, pupuk organik memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  1. Kesuburan Tanah yang Lebih baik: Pupuk organik dapat meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah, meningkatkan kesuburan tanah dan kapasitas penyimpanan air.
  2. Pengurangan Pencemaran Lingkungan: Pupuk organik tidak mengandung bahan kimia sintetis yang berpotensi mencemari tanah dan air, sehingga membantu menjaga kelestarian lingkungan.
  3. Dukungan terhadap Pertanian Berkelanjutan: Dengan menggunakan bahan-bahan alami dan mendaur ulang limbah organik, penggunaan pupuk organik mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
  4. Membuat lahan semakin subur: Penggunaan pupuk organik terus-menerus akan membuat lahan semakin subur.

Bapak Komang, seorang petani di Nusa Tenggara Barat, telah merasakan manfaat positif dari penggunaan pupuk organik dalam pertanian. ” Saya melakukan pengaplikasian pupuk organik pada tanaman bawang putih di Sembalun dengan hasil tanaman tidak terkena penyakit akar putih,” ujarnya.

Penggunaan pupuk organik diharapkan akan terus meningkat di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut merupakan langkah positif menuju pertanian yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan.

Tanaman hias

Rekomendasi 5 Jenis Tanaman Hias yang Cocok untuk Pemula

Jakarta, 17 Februari 2024 — Tanaman hias tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga membawa manfaat kesehatan dan kebahagiaan bagi penikmatnya. Saat ini semakin banyak masyarakat yang memulai hobi menanam tanaman hias di dalam rumahnya. Namun, bagi pemula, memilih tanaman yang tepat dan merawatnya dengan benar menjadi suatu tantangan tersendiri. Berikut ini rekomendasi 10 jenis tanaman hias yang cocok untuk pemula:

1. Gelombang Cinta

Tanaman Gelombang Cinta atau dalam bahasa ilmiahnya, Anthurium andraeanum adalah salah satu tanaman yang perawatannya tidak terlalu rumit. Gelombang Cinta dapat tumbuh dengan baik apabila diberikan penyiraman yang teratur dan pemupukan ringan. Sifatnya yang tahan terhadap kondisi cahaya yang rendah, menjadikannya cocok untuk ditempatkan di dalam ruangan dengan cahaya yang minim. Gelombang Cinta juga memiliki kemampuan untuk menyaring udara, menghilangkan polutan dan toksin dari udara di dalam rumah.

2. Lidah Mertua

Lidah Mertua atau dalam bahasa ilmiahnya, Sansevieria adalah tanaman dengan ciri khas pola daun memanjang keatas dengan aksen warna menguning pada bagian pinggirnya, tanaman hias ini juga memiliki kemampuan untuk mengurangi radiasi dan juga polusi udara. Selain itu Lidah Mertua juga memiliki banyak varietas berbeda, seperti warna daun yang berwarna-warni atau pola unik. Hal tersebut memberikan variasi dan pilihan yang luas bagi pecinta tanaman hias.

3. Kuping Gajah

Tanaman Kuping Gajah atau Alocasia merupakan tanaman hias daun populer di Indonesia yang wajib melengkapi koleksi tanaman hias di taman. Dinamakan Kuping Gajah karena tanaman hiasini memiliki bentuk daun yang melebar merupai kuping gajah. Kuping Gajah relatif mudah dirawat dengan menyediakan tanah yang lembab dan menyirami secara teratur. Tanaman ini mengeluarkan uap air melalui daunnya, yang dapat membantu meningkatkan kelembaban udara di sekitarnya.

4. Monstera

Monstera atau dikinal dengan nama ilmiah Monstera deliciosa adalah salah satu tanaman hias yang saat ini sangat digemari. Bentuk daun dengan ciri khas berjarak membuat Monstera sangat unik dan kerap menjadi pilihan dekorasi asri untuk hunian-hunian modern masa kini. Monstera dapat berkembang biak dengan mudah melalui stek, sehingga kalian dapat membuat tanaman baru dari tanaman yang sudah ada dengan mudah. Selain itu Monstera tidak memerlukan penyiraman yang sering, sehingga cocok sekali untuk kalian yang sibuk atau sering lupa menyiram tanaman.

5. Pucuk Merah

Tanaman hias Pucuk Merah, atau dalam bahasa ilmiahnya Cordyline fruticosa, memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik sebagai tanaman hias. Tanaman Pucuk Merah memiliki daun yang panjang, sempit, dan berwarna merah atau ungu yang mencolok. Penampilannya yang menarik membuatnya menjadi pilihan yang populer untuk menghias taman atau ruangan. Pucuk Merah dapat bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk perubahan suhu dan kelembaban, menjadikannya tanaman yang cocok untuk ditempatkan di berbagai area dalam rumah. Pucuk Merah merupakan pilihan yang menarik bagi pecinta tanaman hias yang mencari tanaman yang cantik, unik, dan mudah dirawat untuk ditempatkan di dalam ruangan atau taman.